Showing posts with label FOTOGRAFI. Show all posts
Showing posts with label FOTOGRAFI. Show all posts

Tips Membuat Foto Siluet Dengan Kamera Digital atau DSLR

tips-membuat-foto-siluet-dengan-kamera


Pada postingan fotografi kali ini kita akan membahas tentang tips bagaimana cara membuat foto siluet dengan kamera Digital atau DSLR.

Sebelum membahas lebih lanjut, alangkah baiknya kita memahami terlebih dahulu apa pengertian dari siluet. Siluet berasal dari kata bahasa 'Silhoutte' yang artinya adalah gambar sebuah objek yang ditampilkan dengan sebuah warna yang utuh, umumnya berwarna hitam, dan menggambarkan garis besar dari bentuk objek tersebut.

Adapun cara membuat gambar siluet bisa dilakukan dengan memotret secara langsung atau juga bisa dengan menggunakan photoshop.

Agar dapat menghasilkan gambar siluet dengan memotret secara langsung maka yang harus kita lakukan adalah dengan menempatkan sumber cahaya berada di belakang objek atau dikenal dengan Backlight. 

Apabila kita menggunakan sumber cahaya matahari maka waktu yang tepat untuk mengambilnya adalah pada saat metahari sejajar dengan objek tepatnya pagi atau sore hari. Semakin kuat cahaya backlight yang dihasilkan maka akan semakin kuat pula kontras antara objek dengan backgroundnya sehingga gambar yang didapat adalah garis besar bayangan objeknya saja.

Selain itu, gambar siluet juga bisa diambil di dalam ruangan dengan menggunakan sumber cahaya backlight dari cahaya diluar jendela, atau menggunakan lampu meja yang sejajar dengan objek. sedapat mungkin hindari cahaya dari depan objek, kecuali anda ingin memberikan sedikit cahaya lembut pada bagian sisi samping objek menggunakan fill light.

Selamat Mencoba

Tips Cara Membuat foto Potrait Hitam putih

Mengapa kita masih memilih foto dalam bentuk Hitam Putih dizaman digital saat ini dimana setiap kamera bisa menangkap jutaan warna. Hal ini bukan masalah teknologi, akan tetapi ini adalah masalah estetika. sebagaimana warna bisa memberikan sebuah gambar menjadi hidup begitu pula dengan hitam putih. tentu saja dengan pendekatan yang berbeda.

Apakah teman-taman pernah mendengar Istilah “If you want to shoot fashion, shoot in color, but if you want to shoot emotion, shoot in black and white.” Artinya jika kamu ingin shut fashion, shutlah dengan warna, Tapi apabila kamu ingin shut emosi, shutlah dengan hitam putih.

Walaupun saya tidak tahu siapa orang yang mengungkapkan ungkapan itu, namun saya sangat setuju.

Berikut ini tips tentang cara membuat foto potrait dalam jenis Hitam putih.

Mulailah dengan menghadirkan hitam putih dalam pikiran.

Bagi sebagian fotografer pilihan hitam dan putih adalah ide yang dimunculkan pada paska produksi, dengan mengandalkan editing di komputer. Berbeda dengan apabila kita memulainya dengan pikiran atau konsep yang direncanakan sebelum tombol shuter ditekan. Pengambilan foto hitam putih akan membutuhkan banyak elemen yang harus diperhatikan. Seperti  kontras tone, kontas pencahayaan, dan ekspresi wajah dari subjek yang diambil.

Jika kita belum memiliki gambaran awal tentang konsep potrait hitam putih maka sebaiknya gunakan seting kamera monokrom.

Mata memiliki peran yang sangat penting

Mata merupakan peran sentaral  dari subjek yang bisa mempengaruhi lingkungan disekitarnya. menjadikan mata sebagai titik fokus akan membuat gambar anda menjadi lebih tajam dan kuat.

Penekanan pada ekspresi.

Ekspresi wajah juga sangat penting dalam membuat potrait hitam putih. Ekspresi akan menampilkan emosi yang kuat terhadap subjek. Dengan mengubah sedikit saja ekspresi wajah maka akan menghasilkan gambar yang berbeda pula. Penekanan ekspresi itu bisa dilakukan pada banyak hal seperti mnegangkat sebelah alis, garis mata , sudut bibir dan lain sebagainya. 

Untuk menuntun subjek dalam berekspresi fotografer bisa meminta kesannya terhadap berbagal hal. misalnya dengan meminta kesan melalui kata-kata seperti, sedih, bahagia, serius dll.

Dapatkan kontras dan tone gambar dengan pencahayaan saat mengambil gambar.

kontras dan lembutnya gambar bisa di atur dengan menggunakan pencahayaan langsung pada objek. apabila kita ingin menghasilkan gambar berkontras tinggi maka kita bisa menggunakan cahaya yang kuat. Sedangkan untuk menghasilkan gambar yang lembut mak gunakan sumber cahaya yang lembut pula.

Subjek tertentu adakalanya memiliki dayatarik tertentu apabila diambil dengan hitam dan putih, tapi pada subjek yang lain tidak. keterampilan untuk memilih subjek membutuhkan cara bagaimana kita memandang semua elemen subjek menjadi elemen bentuk dan kontras. 


MENGENAL PERALATAN FOTOGRAFI



Menghasilkan foto yang berkualitas memang tidak serta merta harus dengan peralatan yang lengkap dan mahal. Bahkan dengan kamera poket ataupun kamera selulerpun bisa mengahasilkangambar yang bagus. Akan tetapi untuk mendapatkan hasil foto tertentu dan pada keadaan yang bermacam-macam maka dibutuhkan beberapa peralatn pendukung fotografi agar foto yang dihasilkan menjadi lebih baik.

Berikut ini beberapa peralatan tambahan yang sering digunakan dalamkegatan fotografi.

a. Filter
berdasaran  dengan namanya, cara kerja alat ini sama seperti filter pada umumnya yaitu sebagai penyaring, jika di dalam rokok berguna menyaring asap tapi disini filter berfungsi menyaring cahaya yang masuk sehingga menimbulkan efek-efek yang kita inginkan. Penggunaannya dengan cara dipasang  diujung  lensa. Bentuk filter ada  dua  yaitu square (kotak) dan circle (bulat). Jika menggunakan filter square, kita harus menambahkan ring khusus  di depan lensa. Untuk penggunaanfilter yang bentuknya bulat, kita harus memperhatikan diameter dari lensa kamera yang kita gunakan.  Macam – macam filter dan kegunaannya antara lain :

  • a.       filter PL, memekatkan warna dan menghilangkan refleksi
  • b.      filter UV, mengurangi sinar ultra violet.
  • c.       filter ND (natural density), mengurangi contrast.
  • d.      filter warna, memberi efek warna.
  • e.       filter soft, melembutkan objek.
  • f.       filter diffuser, hampir sama dengan filter soft, tapi lebih halus.
  • g.      filter cross, memberi efek cross/silang pada sumber cahaya.
  • h.      filter multi image, memberi efek multi image.
  • i.        filter multi expose, digunakan dalam pemotretan multi expose.
  • j.        filter gradasi, memberi efek gradasi warna

b. Tudung Lensa
Alat ini dipasang pada lensa dan berfungsi untuk menghilangkan cahaya/sinar yang tidak diinginkan masuk kedalam lensa karena cahaya tersebut biasanya dapat menyebabkan flare pada hasil pemotretan. Flaredapat merusak hasil foto karena menurunkan kontras dan mengurangi saturasi warna.  Alat ini sangat berguna terutama pada pemotretan yang berhadapan langsung dengan arah datangnya cahaya.

c. Tripod
Tripod berfungsi sebagai alat peyangga kamera saat melakukan pemotretan agar kamera tidak mengalami guncangan (shaking). Biasanya digunakan pada pemotretan yang menggunakan kecepatan (speed ) rendah/lambat dan untuk menopang lensa-lensa panjang.

d. Monopod
Mempunyai fungsi yang sama dengan tripod tetapi hanya bentuknya yang berbeda yaitu hanya satu kaki sehingga lebih praktis.

e. Kabel Release
Bentuknya hampir seperti injeksi yang lentur berfungsi untuk menghindari goncangan saat shutterditekan karena saat memakai alat ini kita tidak perlu menekan shutter secara langsung. Penggunaannya dipasang pada soket kabel release yang biasanya terdapat pada tombol shutter. Biasanya ini soulmate-nya tripod dan biar penggunaan tripod lebih afdol.

f. Background
Kain atau latar belakang yang digunakan untuk pemotretan studio dengan berbagai macam gambar, pola dan warna.

g. Stand Background
Alat penyangga background, dan dalam penggunaannya paling tidak ada 2 stand. Alat ini bisa dinaik – turunkan sesuai kebutuhan.


ALAT BANTU PENCAHAYAAN

a.       Flash atau Blitz
alat ini diperlukan dalam pemotretan apabila cahaya yang ada dirasa kurang/ minim, misalnya pemotretan pada malam hari. Meskipun demikian, tidak diharamkan bagi kita untuk menggunakan flash pada siang hari, saat cahaya yang ada sudah cukup banyak/terang. Penggunaan flash pada siang hari biasanya untuk fill in. Sumber tenaga flash berasal dari baterai. Flash dapat digunakan sesuai dengan kekuatannya, jaraknya, hingga fasilitas lebih yang dimilikinya.

b.      Slave Unit
Dapat disebut sebagai alat sensor. Cara kerja slave unit adalah menangkap cahaya dari main light(sumber cahaya utama) untuk kemudian menyalakan sumber cahaya lainnya yang terhubung dengan slave unit tersebut.

c.       Sincro Cable/Kabel Sinkro
Kabel yang digunakan untuk membantu menyalakan flash tambahan atau sumber cahaya pemotretan yang lain. Cara penggunaan kabel sinkro yaitu dengan cara menghubungkannya dari sumber cahaya tambahan ke body kamera.
d.      Holder atau Braket
Alat ini digunakan jika kita merasa perlu menggunakan flash tambahan. Holder berfungsi sebagai penyangga flash tambahan dan slave unit. Penggunaannya dengan cara dipasang pada body kamera.

e.       Strobo atau Strobe
Alat ini hampir mirip dengan flash, tapi bentuknya lebih besar dan cahaya yang dihasilkan juga lebih besar. Strobo dapat menyimpan cahaya dengan sumber tenaga yang berasal dari tenaga listrik AC atau baterai kering. Strobo memiliki sensor yang dapat menangkap main light sumber cahaya utama. Jadi strobo akan menyala secara otomatis ketika ada main light yang dinyalakan.  Jika tidak menggunakan main light, strobo dapat diaktifkan dengan cara menghubungkan kabel sinkro langsung dari strobo ke kamera. Ukuran kekuatan cahaya yang dihasilkan strobo dapat kita atur sesuai selera kita. Alat ini lebih banyak digunakan untuk pemotretan studio/indoor.

f.       AC Slave
alat ini hampir mirip dengan strobo cara kerja dan penggunaannya. Tetapi sifat arah cahaya dari AC Slave lebih melebar atau menyebar ke segala arah.

g.      Snoot
Alat ini berfungsi mengarahkan cahaya pada satu titik supaya tidak menyebar/terpusat. Bentuk snoot menyerupai corong dan juga lebih banyak digunakan untuk pemotretan studio/indoor. Biasanya juga digunakan untuk pemotretan double dan multi expose.

h.      Payung Reflektor
Sifat cahaya yang dihasilkan lebih luas sehingga bayangan dan cahaya keseluruhan menjadi lebih lembut. Payung reflektor memiliki bermacam-macam warna. Warna standardnya putih, tapi ada juga yang berwarna perak (menghasilkan cahaya yang lebih kuat) dan emas(menghasilkan cahaya yang hangat) . Sumber cahaya alat ini berasal dari strobo.

i.        Reflektor
Digunakan untuk memberi cahaya tambahan yang merupakan pantulan cahaya dari main light. Biasanya berbentuk bundar dan kotak. Pada umumnya memiliki 3 warna yaitu putih, perak dan emas. Kita juga dapat menggunakan sehelai  kain putih, styrofoam dan kertas mengkilap sebagai reflektor yang berguna pada saat pemotretan.

j.        Soft Box
Sebuah kotak yang terbuat dari kain dengan kedudukan atau rangka yang berbentuk seperti pyramid. Cahaya yang dihasilkan softbox lebih lembut daripada cahaya yang dihasilkan payung reflektor maupun reflektor. Softbox memiliki bermacam-macam ukuran(semakin besar ukurannya semakin lembut cahaya yang dihasilkan). Sumber cahaya Soft Box juga berasal dari strobo.

k.      Barndoors
Berbentuk segi empat dan bewarna gelap. Biasanya dipasang pada soft box. Kegunaan dari barndoors adalah untuk mengarahkan cahaya yang keluar dari sumber cahaya.
l.        Honeycomb/Sarang Tawon
Alat ini sejenis dengan filter dan bentuknya bundar seperti sarang tawon, tapi dipasang pada lampu/sumber cahaya. Berfungsi untuk menghaluskan cahaya yang jatuh ke arah obyek..

m.    Light Stand
Alat yang digunakan untuk menyangga lampu studio.

n.      Flash Meter
Berfungsi sebagai pengukur kekuatan sumber cahaya dalam pemotretan indoor atau outdoor. Alat ini lebih akurat daripada light meter yang ada pada kamera.

o.      Infrared Sender
Mengirimkan sinar infrared untuk memancing nyala flash atau lampu studio

p.      Trigger
Menyalakan flash/lampu studio dengan gelombang elektro

Perbedaan kamera DSLR Full frame dan crop sensor

Dalam dunia fotografi Digital dikenal istilah kamera Full frame, kamera Crop sensor dan istilah crop Factor.

Apa saja perbedaan antara kamera Full frame dan kamera crop sensor? dan manakah yang terbaik diantara keduanya...?

Berikut ini penjelasan ringkasnya.

Perbedaan Kamera Full frame dengan kamera Crop sensor (APS-C) terletak pada ukuran sensor yang digunakan pada kamera DSLR itu sendiri.

Mengacu kepada sejarah kamera SLR Film dimana sensor yang digunakan berukuran 35mm. Ukuran ini digunakan sebagai ukuran standar sensor pada kamera DSLR full frame.

Sedangkan pada kamera DSLR lainya menggunakan ukuran sensor lebih kecil  disebut dengan istilah Digital Crop Camera.
Dengan perbedaan ukuran yang dimiliki oleh sensor maka kamera Full frame dan crop sensor memiliki hasil gambar yang berbeda pula.
Dengan menggunakan lensa yang sama dan ukuran yang sama maka kamera full frame akan menghasilkan gambar yang lebih luas (wide) dibandingkan lensa crop sensor.



Dengan adanya perbedaan ukuran gambar yang dihasilkan antara kamera Full frame dan kamera krop, maka untuk menghasilkan ukuran crop yang sama antara keduanya digunakan Crop factor.
untuk kamera Nikon umumnya menggunakan Crop faktor 1,5 sedangkan pada kamera cannon menggunakan Crop factor 1,6.

Crop sensor : Full frame = Crop factor
10mm : 16mm= 1,6

Sebagai perbandingan maka hasil gambar kamera Full frame menggunakan lensa 16mm akan menghasilkan Crop yang sama dengan kamera Crop sensor dengan menggunakan lensa 10mm.





Lalu manakah yang lebih baik antara kamera Full frame dan kamera crop sensor.

jawaban yang lebih tepat menurut penulis adalah masing-masing kemera memiliki keunggulan dan kekurangan masing tergantung pada jenis fotografi apa kamera tersebut digunakan.

kamera full frame akan sangat bagus digunakan pada fotografi Landscape atau pengambilan gambar lebar. Sedangkan kamera Crop Sensor lebih efektif dignakan pada fotografi Portrait, Sport dan pengambilan gambar dengan crop yang lebih besar.

Dari segi kualitas sensor kamera Full frame jelas lebih baik karena dengan ukuran sensor yang lebih besar kamera full frame sangat baik digunakan pada cahaya kurang dan menghasilkan noise lebih sedikit dibandingkan kamera crop sensor.

Dari segi harga tentu saja kamera crop sensor lebih baik. Karena kamera ini lebih diutamakan untuk entri Level dan intermediet. sedangkan untuk profesional dengan biaya lebih besar maka kamera Full frame adalah solusinya.



Istilah dasar dalam dunia fotografi

Istilah dasar dalam dunia fotografi

Fotografi adalah salah satu bagian dari dunia seni yang sangat erat kaitannya dengan dunia digital. Dimana  fotografi memiliki banyak  istilah dasar yang unik dan belum dikenal secara umum oleh masyarakat awam. oleh sebab itu bagi seorang fotografer pemula haruslah mengetahui arti dari istilah-istilah tersebut.

Istilah dalam fotografi diantaranya adalah
berkaitan dengan fitur kamera:
  • Aperture, adalah besarnya bukaan pada lensa kamera
  • Speed, adalah berapa lama waktu yang digunakan kamera untuk menangkap gambar
  • ISO, adalah besar sensitifitas sensor kamera untuk mengkap cahaya yang masuk
  • White ballance. adalah temperatur warna pada gambar
  • Shuter. adalahtombol yang digunakan untuk mengambil gambar
  • Exposur adalah tingkat pencahayaan pada gambar. low exposur atau hig exposur
  • Auto focus, adalah fokus kemera yang diseting secara automatis oleh lensa kamera
  • Manual fokus adalah fokus kamera yang diseting secara manual pada lensa
  • Vibration reduction adalah fitur kamera yang berguna untuk mengurangi goyangan kamera saat mengambil gambar
  • focal lengt. adalah kedalaman jarak fokus antara objek dengan foreground dan background
  • Bracketing,adalah fitur kamera yang berfungsi untuk mengatur pengubahan eksposur kamera pada 2 kali pengambilan gambar atau lebih
  • High Dynamc Range, fitur kamera yang berguna untuk menggabungkan 2 buah exposur yang berbeda pada sebuah gambar dengan 2 kali pengambilan gambar atau lebih
  • Active D-Lighting adalah fitur kamera yang berguna untuk mengatur penchayaan gambar sehingga gambar terlihat lebih jelas 
  • metering. adalah pengaturan kamera untuk menentukan jenis exposur berdasarkan titik, atau area
  • flash compensation adalah  kompensasi kamera dalam memilih tingkat cahaya yang dikeluarkan lampu kamera berdasarkan keinginan si pemakai.
  • exposure compenstion adalah kompensasi kamera dalam memilih tingkat pencahayaan pada gambar berdasarkan keinginan si pemakai

Belajar Fotografi untuk pemula

Belajar fotografi untuk pemula

Fotografi adalah aktivitas merekam cahaya yang bisa kita lakukan dengan alat yang disebut dengan Kamera. Untuk menghasilkan gambar yang bagus tidak serta merta harus dengan alat yang mahal. pada umumnya pengambilan gambar atau dikenal dengan foto bisa dengan menggunakan kamera DSLR, kamera pocket digital, ataupun dengan kamera HP. yang paling utama adalah bagaimana objek yang diinginkan terekam dengan baik dengan cahaya yang memadai serta komposisi yang pas.

Penggunaan kamera  DSLR dan kamera pocket ataupun hp tentu saja menghasilkan kualitas yang berbeda. hal ini dikarenakan karena DSLR seperti yang lazim digunakan diantaranya Canon ataupun Nikon memiliki kualitas dan fitur yang yang lebih komplit dan lebih baik, mulai dari Resolusi yang digunakan hingga kemampuan kemera untuk menetapkan fokus gambar yang lebih baik.

Efektifitas dan efisiensi dana tentu juga menjdi pertimbangan dalam memilih kamera. jika hanya untuk selfi ataupun dokumentasi kantor atau sekolah, kamera poket bahkan Hp sekaipun sudah cukup memadai, apalagi saat ini sudah mulai marak penggunaan hp beresolusi cukup tinggi seperti Nokia dan soni Experia.

Jika ingin kualitas gambar lebih baik dan supaya bisa diolah lebih lanjut, tentu kamera DSLR sebagai solusinya. Agar bisa lebih mahir maka selain memperbanyak belajar teorinya, tentu dengan menambah jam terbang alias praktek akan semakin mengasah kemampuan si pemakai kamera.

Tidak sedikit lho orang yang awalnya menjadikan fotografi sebagai hobi, kemudian berlanjut menjadi fotografer profesional dan mendapatkan penghasilan sangat lumayan dari sana. Selamat belajar.